Assalamualaikum Wr. Wb
Salam sejahtera bagi kita semua rekan rekan alumni SMP N 1 Bringin tahun 2004 yang saya banggakan.
Pertama – tama saya mengajak pada kawan – kawan semua untuk mengucapkan Syukur kehadirat Allah SWT dengan mengucapkan Hamdalah bersama – sama atas berkah dan rahmatNya sehingga pada pagi ini kita dipertemukan kembali dalam bingkai acara temu kangen alumni SMP N 1 Bringin tahun 2004 dalam keadaan sehat dan hati yang bahagia.
Keduakalinya dengan mengucap Sholawat dan salam Allahuma solli ala sayidina Muhammad waala alihi sayyidina Muhammad yang kita haturkan kepada beliau baginada nabi Muhammad SAW bisa menjadi salah satu jalan bagi untuk mendapatkan syafaatnya min yaumil hadza illa yaumil kiyamah.amin yarobbal alamin.
Hadirin dan kawan kawan semua, tak terasa sudah 13 tahun lamanya kita tak saling jumpa, rasa haus akan lontaran lontaran canda dan tawa yang pernah kita lakukan dulu, pada pagi hari ini rasa haus itu bisa terobati bagaikan minum air dingin yang segar setelah melakukan perjalan panjang di hamparan gurun pasir yang tak dijumpai suatu sumber mata air sehingga sulit untuk mengungkapkan rasa bahagia itu dalam sebuah kata – kata. Sungguh karunia yang tak ternilai harganya pada pagi ini kita dipertemukan kembali. 13 tahun yang lalu kenangan – kenangan itu tercipta, lalu kenangan itu kita bawa dalam perjalanan hidup yang kita jalani sampai saat ini, namun kenangan bahagia, suka dan duka terlihat jelas pada pagi ini.
Kawan – kawan yang saya banggkan marilah pertemuan ini kita ambil hikmahnya, jangan hanya pertemuan ini dipergunakan sebagai ajang pelampiasan pelepasan hasrat rindu semata namun lebih dari itu marilah kita bersama – sama memikirkan, sumbangan apa yang bisa kita berikan pada bangsa dan masyarakat ini khususnya bagi keluarga besar kita Alumni SMP N 1 Bringin tahun 2004. Saya mewakili panitia mengucapkan banyak terimakasih pada kawan – kawan semua yang telah hadir pada pagi ini yang telah berpartipasi penuh mensukseskan acara ini, karena tanpa kehadiran kalian, tanpa partisipasi baik moral ataupun material acara ini tidak dapat kita laksanakan.
Tak banyak yang bisa saya sampaikan diacara yang penuh bahagia ini, semoga kita diberi kesempatan untuk bersua kembali dimasa yang akan datang, saya mewakili panitia dan atas nama saya pribadi mengucapkan minal aidzin wal faidhin semoga allah selalu memberikan RahmatNya untuk kita semua. Akhir kata dari saya kurang lebihnya mohon maaf.
Waullahul muwafik illa akwamittoriq
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Nusantara Mengaji
Salah satu bentuk kepedulian Santri dalam Agenda Nasional yaitu Nusantara Mengaji
Nusantara Mengaji
Salah satu bentuk kepedulian Santri dalam Agenda Nasional yaitu Nusantara Mengaji
Nusantara Mengaji
Indahnya Kebersamaan
Nusantara Mengaji
Ngalap berkah, Tumpengan dalam acara Nusantara Mengaji
Kegiatan Isra Mi'raj
Kegiatan Isra Mi'raj di Madrasah Diniyah Roudlotul Muttaqin Desa Dero
GP ANSOR BRINGIN
Pelantikan Gerakan Pemuda Ansor PAC Bringin di pondok Pesantren Ma'rifatul Ulum
Madrasah Diniyah Roudlotul Muttaqin
Persiapan Haflah Akhirussanah PAUD dan Madrasah Diniyah Roudlotul Muttaqin Ds.Dero Kec.Bringin Kab.Ngawi
Jumat, 08 Juli 2016
Sambutan Reoni
Minggu, 12 Juni 2016
Hasil Psikotes Pendamping Desa
Setelah melakukan tes psikotes pada hari sabtu tanggal 4 juni 2016 yang lalu, kini para calon pendamping desa 2016 harap-harap cemas menanti pengumuman tes psikotes yang mereka lakukan.
Psikotes yang dilakukan pada hari sabtu tanggal 4 juni 2016 yang lalu dilakukan melalui dua sesi, masing-masing sesi tes terdiri dari 120 soal.
Soal psikotes sesi pertama terdiri dari soal logika, sedangkan untuk sesi kedua soal berhubungan dengan kepribadian para peserta tes. Dimana peserta hanya menjawab soal dengan pilihan jawaban apakah sangat tidak sesuai dengan kepribadian mereka, tidak sesuai, ragu-ragu, sesuai atau sangat sesuai.
Unutk waktu menjawab pada sesi pertama para peserta diberi waktu 150 menit, sedangkan untuk sesi kedua diberi waktu 60 menit. Namun kebanyakan para peserta untuk soal sesi yang kedua hanya memerlukan waktu 30 menit untuk menjawab karna memang soalnya tergolong "mudah". Sedangkan untuk soal yang sesi pertama banyak dari para peserta yang kehabisan waktu untuk menjawab, sehingga ada beberapa soal yang tidak terjawab.
Setelah selesai melakukan tes psikotes, para peserta dibagikan snack dan juga makan siang berupa nasi padang kotak.
Sampai dengan artikel ini dibuat, pengumuman kelulusan untuk tes psikotes belum keluar.
Semoga setelah pengumuman kelulusan nanti akan banyak wajah-wajah yang tersenyum gembira karena namanya ada dalam daftar peserta yang lulus.
Minggu, 22 Mei 2016
TIGA GOLONGAN PENCARI ILMU
Minggu, 15 Mei 2016
Proses Pendidikan Berkharakter Yang Terlupakan
Hakim itu mengejutkan semua orang di ruang sidang. Ia meninggalkan tempat duduknya lalu turun untuk mencium tangan terdakwa. Terdakwa yang seorang guru SD itu juga terkejut dengan tindakan hakim. Namun sebelum berlarut-larut keterkejutan itu, sang hakim mengatakan, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.” Rupanya, terdakwa itu adalah gurunya sewaktu SD dan hingga kini ia masih mengajar SD. Ia menjadi terdakwa setelah dilaporkan oleh salah seorang wali murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya. Ia tak lagi mengenali muridnya itu, namun sang hakim tahu persis bahwa pria tua yang duduk di kursi pesakitan itu adalah gurunya. Hakim yang dulu menjadi murid dari guru tsb mengerti benar, pukulan dr guru itu bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai. Hanya sebuah pukulan ringan untuk membuat murid-murid mengerti akhlak dan menjadi lebih disiplin. Pukulan seperti itulah yang mengantarnya menjadi hakim seperti sekarang. Peristiwa yang terjadi di Jordania pada pekan lalu dan dimuat di salah satu surat kabar Malaysia ini sesungguhnya merupakan pelajaran berharga bagi kita semua sebagai orangtua. Meskipun kita tidak tahu persis kejadiannya secara detil, tetapi ada hikmah yang bisa kita petik bersama.
Dulu, saat kita “nakal” atau tidak disiplin, guru biasa menghukum kita. Bahkan mungkin pernah memukul kita. Saat kita mengadu kepada orangtua, mereka lalu menasehati agar kita berubah. Hampir tidak ada orang tua yang menyalahkan guru karena mereka percaya, itu adalah bagian dari proses pendidikan yang harus kita jalani. Buahnya, kita menjadi mengerti sopan santun, memahami adab, menjadi lebih disiplin. Kita tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang hormat kepada guru dan orangtua.







